Sekarang aku tidak terikat dalam
hubungan apapun. Dulu, mungkin pernah, aku menyukai seseorang yang bahkan
menjalin hubungan dengannya. Ezra Abigail Emeline Kaunang, atau yang sering
disapa Ezra, Echa atau Ka Ez, itu aku. Seorang perempuan yang memiliki postur
tubuh yang lebih kecil dari seorang perempuan sebayaku, dengan potongan rambut
bob, memiliki lesung pipit dibagian atas ketika aku tertawa. Aneh mungkin, aku
belum bisa melupakan perasaanku terhadapnya. Dia yang mengerti aku yang bahkan
seorang teman perempuan tidak bisa seperti dia.
Dulu, sekitar bulan
Oktober-November 2010, ketika aku kelas 8 atau 2 SMP aku menyukai seorang
laki-laki yang bernama Sophan Fernando. Sebenarnya, sejak pertama kali masuk
dia kelas 8, Sophan telah menarik hatiku. Aku yang tidak tahan memendam,
ahkirnya mencoba mendekati dia. Seperti mencoba SMS-an, dan syukur-syukur dia
merespon aku.
Ketika aku sedang menikmati
pendekatanku dengan Sophan, dia ternyata menyukai seorang yang lain, yaitu
Nivea. Nivea merupakan adik kelasku yang baru masuk ke jenjang Sekolah Menengah
Pertama. Ketika itu aku merasa, pupuslah sudah kesempatanku untuk memiliki Sophan.
Tapi aku belum memberitahu apa yang kurasakan terhadap Sophan.
Yah, dengan susah payah aku
membiarkan Sophan tetap menyukai Nivea. Aku yang lelah memendan perasaan yang
aku rasa, ahkirnya aku mencoba memberitahu. Aku selalu mengatakan:
“pan, ada yang mau gue kasih tau
ke elo.”
Tapi, hal itu selalu tertunda
karena diriku yang terlalu malu untuk menyatakannya. Egoku memang besar.
Ahkirnya aku memutuskan untuk menyatakannya.
Ketika itu, Gerejaku sedang
merayakan Hari Natal yang diperuntukan bagi Anak-anak Sekolah Minggu dan
Remaja. Sophan memaksaku untuk memberitahu apa yang sebenarnya aku ingin
katakan. Aku pun mengatakan:
“Gue kasih tahu deh, asal lo
jawab jujur pertanyaan gue.”
“Iya. Heeh heeh”
“Eh, lo suka yah sama gue?” Dan
dia bilang:
“Iya, Zra. Gue suka sama lo.
Hehe. Emang kenapa?” katanya dengan cengiran terlukis diwajahnya.
“hehe.. Gue juga suka sama lo.”